Sehatkah Negeriku?


Sehatkah Negeriku?

Oleh

Mustajib

 

Beragam cara dilakukan warga negara Indonesia (WNI) untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-79, 18 Agustus 2024, yang lalu. Sebagai anggota WNI, salah satu yang saya lakukan adalah berpartisipasi dalam penulisan dan publikasi Puisi 2.0 dengan tema “Peringatan 17-an, Tujuh Puluh Sembilan Tahun Indonesiaku”.

Berdasarkan keterangan-keterangan yang terhimpun antara lain dari “Mengenal Genre Puisi 2.0 dan Contohnya” oleh Hariyanto (2022), “Mengakrabi Puisi 2.0 Karya Hariyanto” oleh Much. Khori (2023) dan “Belajar Menulis Puisi 2.0” oleh Sekolah Literasi Indonesia (2023), dapat disarikan eksistensi sekilas Puisi 2.0 sebagai berikut.

Puisi Puisi 2.0 adalah puisi genre baru dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :  1) terdiri maksimal 20 kata saja dimana judul tidak dihitung; 2) judul harus huruf besar semua, sementara kata-kata dalam puisi seluruhnya harus huruf kecil kecauli nama Allah, nama nabi dan kata-kata yang sudah diatur tatacara penulisan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBB); 3) fokus pada satu objek benda nyata secara detail; 4) menggambarkan 60 % fakta dan  40 % rasa; dan 5. Satu sudut pandang.

Kekuatan puisi yang digagas, diciptakan dan dikembangkan oleh Dr. Endang Kasupardi, M.Pd. (Garut, Jawa Barat) terletak pada diksi dan ide. Majas, irama dan rima dapat diberdayakan untuk memaksimalkan kekuatan.

Puisi 2.0 memungkinkan pembaca puisi tetap dapat menikmati puisi yang singkat, namun bermakna, dalam waktu yang sangat terbatas.

Berikut lima (5) Puisi 2.0 saya yang termut dalam antologi “Peringatan 17-an Tujuh Puluh Sembilan Tahun Indonesiaku, Kumpulan Puisi 2.0” (Kamila Press, Oktober, 2024). Judul tulisan ini diambil dari bait terakhir Puisi 2.0 saya yang berjudul “Indonesia Sehat”.

 

Indonesia Sehat

 

jalan sehat

hidupkan perayaan

79 Tahun kemerdekaan Indonesia

di tengah-tengah cekikikan

kaki-kaki menapak

tersembul tanya:

sehatkan negeriku?

 

Kuranji Dalang, 03102024

 

MASIHKAH

 

upacara ke-79 indonesia merdeka

memeluk jakarta dan i-ka-en

masihkah garuda

kepakkan sayap

menghimpun riang

di keduanya pada

hut republik ke-97?

 

Kuranji Dalang, 6 Sept. 2024

 

TERUSKAH

 

kota dan desa

telan karungan kerupuk

meriahkan hut indonesia ke-79

masihkah citarasa kerupuk dan aroma karung

mengangkangi perayaan-perayaan

berikutnya?

 

Kuranji Dalang, 6 Sept. 2024

 

PROTES

 

hut indonesia

ke-79 diwarnai protes

ada anggota paskib lepas hijab

protes tetap membumbung

saat semua harta berharga negara

merayap menguap?

 

Kuranji Dalang, 6 Sept. 2024

 

KETERAMPILAN

 

hut indonesia ke-79

ditutup bagi-bagi door prize

anganku melambungkan doa

semoga di setiap perayaan berikut

ada pembagian keterampilan hidup

 

Kuranji Dalang, 7 Sept. 2024 

 

===0O0===

Kuranji Dalang, 10 November 2024

 

Mustajib

Simple man. Having 4 children from 1 wife. Civil Servant.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama