Keluarga Karmina


Keluarga Karmina
Oleh
Mustajib

 

SEKITAR awal Juni 2023 lalu, saya menerima informasi dari seorang rekan tentang undangan menulis Karmina yang akan dibukukan dalam Antologi Karmina ASEAN, yang akan mencatat Rekor Muri karena akan melibatkan 1.500 penulis dari negara-negara yang terhimpun dalam Association of South East Asia Nations (ASEAN). Tertarik dengan undangan tersebut, sontak muncul dalam pikiran saya “Keluarga Karmina”. Artinya, sebisa mungkin satu keluarga saya, yang beranggotakan enam (6) orang, bisa muncul dalam antologi tersebut.

Mulailah saya mengumpulkan ilmu (informasi) tentang Karmina, lalu mencoba memahaminya dan selanjutnya mempraktikkannya. Setelah berhasil menciptakan delapan (8) Karmina, saya mendaftar dan menyerahkan kedelapan Karmina tersebut. Setelah ada saran perbaikan sedikit, dan saya perbaiki, akhirnya kedelapan Karmina saya bisa diterima untuk diterbitkan.

Terobsesi untuk masuknya satu keluarga dalam antologi, saya lalu meng-coaching (melatih) keluarga untuk menulis Karmina. Alhamdulillah, keempat anak kami bisa menghasilkan masing-masing delapan Karmina, sebagai salah satu persyaratan publikasi. Di luar dugaan, si bungsu putra semata wayang – Muhammad Sukri Rizky Ramadhan, yang baru menamatkan pendidikan sekolah dasarnya kala itu – dapat membuat Karmina yang isi-isinya di luar dugaan. Hanya istri yang gagal turut serta dalam publikasi karena pada tahapan-tahapan akhir kurang berselera merevisi Karminanya.

Sebelum menampilkan karya-karya Karmina kami, terlebih dahulu saya ingin me-review secara sekilas tentang hakikat Karmina dengan harapan review tersebut bermanfaat untuk memunculkan Karmina-karmina berikutnya di kemudian hari, khususnya di kalangan pembaca tulisan ini.

Karmila adalah pantun dua seuntai atau pantun kilat. Hanya terdiri dari satu (1) bait. Satu bait terdiri dari dua (2) baris. Baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi. Setiap baris idealnya terdiri empat (4) kata. Memiliki rima a-a: awal dan akhir, atau kata kedua dan akhir. Isinya (biasanya) berupa sindiran (halus).

Berikut contohnya :

kayu lurus dalam lalang,

kerbau kurus banyak tulang

 

Pohon jati rindang menawan

Baik hati banyak kawan

 

Kura-kura dalam perahu

Pura-pura tidak tahu

Karmila akan lebih berkualitas jika memiliki rima penuh. Artinya, setiap kata memiliki rima sama : a-a. Sebagai contoh :

Sudah gaharu cendana pula

Sudah tahu bertanya pula

 

Akan makin berkualitas lagi jika tiap rimanya memiliki dua bunyi akhir yang sama, seperti berikut ini.

Ada ubi ada talas

Ada budi ada balas

Berikut adalah karya-karya Karmina kami berlima, secara berturut-turut harisan goresan Mustajib, Ika Fitria Rahmawati (Anak Sulung), Dwi Hilyati Aulia (Anak ke-2), Witry Naylufar (anak ke-3) dan Muhammad Sukri Rizky Ramadhan (anak bungsu).







Kuranji Dalang, 3 Februari 2025

Mustajib

Simple man. Having 4 children from 1 wife. Civil Servant.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama